Koreografer Lokal Kembali Berkarya

CILEGON, BP - Untuk ketiga kalinya, Duta Seni Krakatau Steel (KS) kembali akan menggelar pementasan tarian karya koreografer Banten di gedung Kesenian RC, Jl Kotabumi No 15 Komplek KS Cilegon.

Acara yang dinamai Gelar Karya Tari Koreografer Banten (GKTKB) III tersebut akan berlangsung besok, Sabtu (22/6) pada pukul 19.00 – 22.00 WIB dan akan menampilkan karya dari enam koreografer yakni Agus Ronald Rhamdan (Cilegon), Maya Rani Wulan (Serang), Rini Apriani (Pandeglang), Dhendi Presetya (Bandung), Wisnu Aji S. Wicaksono (Jogjakarta) dan Danang Ramadhan (Solo).

”Yang membedakan gelar koreografer tahun ini adalah antusiame dari koregrafer muda khususnya dari daerah di luar Banten meramaikan acara ini. Tentunya, karya yang akan ditampilkan akan memberikan warna yang berbeda,” ungkap Humas PT KS yang juga penggagas acara, Wisnu Kuncara dalam siaran persnya.

Wisnu menjelaskan, GKTKB merupakan agenda rutin Duta Seni KS, komunitas anak muda yang peduli akan seni tradisi di Kota Cilegon dibawah binaan Bidang Seni Budaya BPOS-Krakatau Steel. Tujuan untuk memberikan sarana apresiasi bagi para koreografer Banten untuk menunjukkan kemampuannya dalam mencipta tari. Peserta diberi kebebasan menggarap karya tari lepas atau kontemporer namum dengan tetap berpijak pada seni tradisi.  ”Ruang ini dibuka, agar kesenian tradisi tetap tumbuh di zamannya,” tambah Wisnu.

Saat ini, lanjutnya,  telah mempersiapkan diri dengan matang karya tari yang akan dipentaskannya di hadapan dewan pengamat dari Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung, Dr Een Herdiani, M.Hum. ”Pokoknya pertunjukan tersebut akan sangat menarik. Jadi jangan lewatkan,” pintanya.

Sementara itu, salah satu koreografer yang juga pemilik Sanggar Tari Raksa Budaya, Maya Rani Wulan akan menampilkan tarian yang berjudul Sido Luhur, yang akan bercerita tentang perjalanan manusia menemukan kekuatan hati untuk menyempurnakan diri sebagai manusia yang berbudi luhur. ”Karya ini saya dedikasikan kepada almarhum Abah Dadie (Pembina Raksa Budaya sekaligus Mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, red),” ungkap Maya.

Koreografer lainnya, seperti Dhendi Firmansyah, koreografer dari Bandung, dalam karyanya yang berjudul “Kuning” akan mengkritisi kehidupan sosial. Sementa Ronald, koreografer dari Cilegon mengangkat tema cinta kasih seorang Ibu, Rini mengangkat sosok Nyi Pohaci Larasati, dan Wisnu Koreografer Jogja mengangkat kehidupan ”Sopir Andhong” yang akan dikemas secara jenaka. (*/ZAL/IGO)

sumber : Banten Pos News.com

Foto : Bidang Seni Budaya BPOS Krakatau Steel

Additional information